Jumat, 30 Desember 2011

OP AMP Elektronika Dasar

PERCOBAAN III
OP-AMP dan RANGKAIAN OP-AMP

3.1.     Tujuan
1.    Dapat menyusun rangkaian-rangkaian amplifier dari op-amp
2.    Dapat menyusun rangkaian-rangkaian filter dari op-amp

3.2.     Tinjauan Pustaka
1.            Operational Amplifier (Op Amp)
Adalah penguat beda (differential amplifier) dengan impedansi input tinggi dan output impedansi rendah. Op amp banyak digunakan untuk pengubah tegangan (amplitudo dan polaritas), osilator, filter dan rangkaian instrumentasi. Op amp terdiri dari sejumlah besar difFerential amplifier untuk mendapatkan penguatan tegangan yang besar.
Gambar op amp :

Gambar 3.1 Simbol OP-AMP

Operational Amplifier atau sering disingkat dengan OP-AMP adalah komponen – komponen linear yang terdiri dari beberapa komponen diskrit yang terintegrasi dalam bentuk chip (IC:Integrated Ciscuits). OP-AMP biasanya mempunyai 2 buah input yaitu input pembalik (inverting input) dan input bukan pembalik (non inverting input) serta 1 buah output.
Input OP-AMP bisa berupa tegangan searah maupun tegangan bolak balik. Sedangkan output OP-AMP tergantung input yang diberikan. Jika input OP-AMP diberi tegangan searah dengan input non inverting (positif) lebih besar dari pada input inverting (negatif), maka pada output OP-AMP akan positif. Sebaliknya jika input non inverting (positif) lebih kecil dari pada input inverting (negatif), maka output OP-AMP akan negatif. Jika input OP-AMP diberi tegangan bolak balik dengan input non inverting (positif), maka pada output OP-AMP akan sefasa dengan inputnya tersebut. Sebaliknya jika input inverting diberi sinyal atau tegangan bolak balik sinus, maka pada output OP-AMP akan berbalik fasa terhadap inputnya. Dalam kondisi terbuka (open) besarnya tegangan output (Uo) adalah :
Uo = AoL (Ui1 – Ui2) ( 1 – 1 )
Di mana :
Uo          = Tegangan output
AoL        = Penguatan “open loop”
Ui1          = Tegangan input non inverting
Ui2          = Tegangan input inverting

2.             Op amp dasar
Op amp menggunakan differential amplifier dengan dua input (plus dan minus ) dan setidaknya satu output.
Gambar 3.2








Rangkaian dasar op amp adalah sbb:
Gambar 3.3

Penguatan yang terjadi adalah :
 




3.            Unity gain
Jika Rf = R1 maka penguatan tegangan = - 1

Read More..